Ada kabar dari selatan menuju ke telingaku, yang memberitakan tentang misi yang dijalankan oleh markas pusat, namun kabar itu datang terlambat. Pasukan kami merupakan pasukan yang terbuang karena pasukan kami yang suka memberontak terhadap perintah markas pusat. Kami sebenarnya memiliki kepedulian terhadap permasalah yang terjadi di markas pusat namun karena alasan tertentu kami sengaja menyingkirkan diri.
Di markas pusat saat ini terdapat dualisme kepemimpinan antara Jenderal Besar dengan para purnawirawan yang kurang puas dalam mengendalikan kekuasaan. Semuanya diatur sedemikian rupa sehingga tak nampak merebut kekuasaan tapi kekuasaan tetap mereka kendalikan. Nama mereka adalah Jenderal Purn. Zalutem dan Jenderal Purn. Moaldin yang telah berhasil menyingkirkan Kapten Purn. Tragus dan Jenderal Purn. Dauf dari markas besar. Tapi akhirnya Tragus dan Dauf membentuk pasukan bawah tanah untuk melindungi keutuhan markas besar dengan cara bersatu dengan beberapa pasukan yang masih ada di dalam markas besar yaitu Jendral Purn. Iwaz dan Kopral Purn. Harbalim.
To Be Continued